Cerita ini bermula dipertama saya sewaktu semester 6. Tepatnya pada hari senin, 24 februari 2025. Dihari yang cerah itu saya berniat berangkat kuliah dengan berjalan kaki dari kosan menuju kampus yang kurang lebih 1 KM. Biasanya saya berangkat kuliah dengan menaiki kendaraan roda dua. Semua berjalan lancar meskipun pada saat itu sinar matahari lumayan terik.
Ketika saya sampai dilorong kelas, tidak ada satupun orang. Kemudian saya berjalan terus kedepan sambil melihat ruangan-ruangan kelas yang pintunya terbuat dari kaca. Pada saat saya melewati kelas pertama, saya melihat teman-teman yang saya kenal berada didalam kelas. Tanpa pikir panjang saya pun segera masuk dan menduduki bangku yang sudah tersedia.
Ketika saya sudah duduk serta dosen sudah mulai menjelaskan kontrak belajar, saya diberitahu bahwa saya salah kelas. Saya baru sadar bahwa saya adalah satu-satunya mahasiswa dengan konsentrasi konseling ditengah-tengah mahasiswa yang memilih konsentrasi komunikasi. Setelah menunggu moment yang pas saya pun ijin keluar dari ruang kelas dengan mengutarakan alasan bahwa saya salah jadwal. Padahal kenyataannya saya memang tidak baca jadwal.
Perjalanan saya tidak hanya sampai disitu saja. Teryata kelas saya yang sebenarnya berjarak 3 gedung kuliah, parkiran mobil, air mancur serta terletak di lantai 2. Ketika saya masuk ruang kelas dalam keadaan sunyi sebab ternyata dosen yang mengajar hari itu izin tidak bisa hadir.