Sumber gambar: detik.com https://images.app.goo.gl/PT2sZ1sxC9R7x92K9
Ramadan tahun ini menjadi ramadan yang berbeda buat aku dibandingkan ramadan sebelum-sebelumnya. Hal yang membuatnya berbeda adalah, pada tahun ini ramadan perdana dimana aku menjadi anak kos setelah tiga tahun menjadi mahasiswa UMY. Pada tahun sebelumnya aku adalah anak asrama yang jarak tempuh menuju kesana memakan waktu satu jam.
Setiap ramadan selama dua tahun lalu, saya sangat penasaran dan ingin sekali merasakan vibes ramadan sebagai mahasiswa UMY. Dimana setiap bulan ramadan, UMY sangat populer dengan takjil drive thru. Takjil Drive Thru merupakan momen dimana pihak universitas menyediakan takjil berupa makanan dan minuman yang dibagikan kepada mahasiswa UMY dengan mengantri menggunakan motor.
Takjil Drive Thru atau yang biasanya mahasiswa UMY sebut War Takjil dimulai pada pukul 15.00 WIB namun biasanya mulai pukul 14.00 WIB mahasiswa sudah mulai mengantri. Antriannya terbentuk sangat panjang dan bisa memutari kampus UMY. Mahasiswa yang ingin berpartisipasi dalam Takjil Drive Thru ini harus mengikuti bebapa aturan seperti mengenakan helm, menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), tidak berboncengan lawan jenis, dan tentu saja harus mengantri sesuai rute yang ditentukan.
Selain itu, setiap sore menjelang berbuka digelar kajian di Masjid Kampus UMY atau biasa disebut maskam. Kajian tersebut akan diisi oleh dosen-dosen UMY dengan dimoderatori oleh mahasiswa. Peserta yang mengikuti kajian tersebut akan menjadapatkan takjil juga berupa makanan dan minuman yang sudah disediakan di setiap shaff.
Nah sangat menarik bukan? tapi sayangnya sejak masih mahasiswa baru sampai semester 5 aku tidak bisa berpartisipasi dalam huru-hara ini. Karena selama di asrama, setiap pulang kuliah sore hari aku harus bergegas pulang karena satu dan lain hal yang perlu dikerjakan disana.
Tapi pada ramadan tahun ini menjadi ramadan yang menarik dan menyenangkan buat aku karena tahun ini aku menjadi anak kosan sehingga aku bisa merasakan vibes ramadan mahasiswa UMY ini. Di sore hari sekitar pukul 17.00 WIB atau setelah pulang kelas, aku mulai menyiapkan helm dan ktm lalu mengendarai motorku ke lokasi Takjil Drive Thru. Biasanya jika sudah lebih sore antrian sudah tidak seramai sebelumnya asalkan takjilnya masih tersedia hehe. Nah setelah mendapatkan takjil dari drive thru aku langsung cuzz ke maskam ikut kajian sehingga mendapatkan dua takjil wkwk. Lumayan kan untuk berbuka dan untuk sahur esok paginya.
Itulah ceritaku di bulan ramadan tahun ini, mungkin terdengar sederhana tapi ini sangat berkesan untuk aku pribadi. Terima kasih sudah membaca, sampai ketemu di war takjil nanti sore! wkwk.